Belajar santet dengan fisika kuantum #faktaunik #facts
2 min read
Dalam fisika kuantum santet disebut dengan Quantum Entanglement atau Belitan Quantum, disini dua atomic orang yang berbeda bisa berinteraksi satu sama lain, walaupun terpisah dalam jarak yang jauh.
Penjelasan tentang santet dalam fisika kuantum dianalogikan dengan A dan B sebagai dua orang yang kenal satu sama lain, dua manusia saling mempunyai electron dalam tubuhnya.
A kemudian bepergian jauh dan tentu saja membawa elektron yang ada dalam tubuhnya bersamanya.
Sekalipun tidak ada komunikasi dan tak bertemu, ketika B mengukur elektron keduanya maka pengukurannya pasti menunjukkan hal yang sama.
Sekalipun A tidak mengetahui bahwa B melakukan pengukuran elektron, tapi B akan tetap bisa membuat hasil yang benar dalam pengukuran elektron yang ia buat.
Misalkan B menginginkan hasil pengukuran menjadi berbeda, maka B hanya perlu memaksakan hasil yang ada agar bisa sesuai keinginannya, dengan seperti itu hasil pengukuran electron A akan sama seperti yang diinginkan oleh B.
Yang dilakukan B sama persis seperti apa yang dilakukan oleh dukun santet, dukun santet tinggal memikirkan kesakitan apa yang harus dikirimkan untuk sasarannya, maka dimensi kuantum yang berkaitan satu sama lain akan membuat hal tersebut menjadi nyata.
Karena adanya dimensi kuantum yang saling berkaitan, akhirnya otak sasaran santet atau korban menterjemahkannya menjadi realita.
Hal itu menyebabkan korban menjadi psikosomatis dan kesakitan sendiri, tapi saat diperiksakan ke dokter tidak ada penyakit apapun.
Dalam fisika kuantum, semua yang ada dalam alam semesta merupakan satu fungsi gelombang yang sama.
Yang artinya, semua hal yang ada di alam semesta sebenarnya saling terhubung satu sama lain, sehingga membuat segala ketidakmungkinan menjadi realita. ***.
#vidioviral #vidioshort #ilmusantet #fisika #quantum #quantumphysics.