Resensi Buku ‘Yang Katanya Cemara’ – Karya Vania Winola Febriyanti #LombaResensiDAKNF2026

Di balik unggahan keluarga yang tampak bahagia di media sosial, sering kali tersimpan cerita yang tak banyak diketahui publik. “Buku Yang Katanya Cemara” karya Vania Winola menghadirkan kisah tersebut dengan jujur dan menyentuh.

Buku ini menceritakan perjalanan hidup Vania dari sudut pandang seorang anak yang tumbuh dalam keluarga broken home. Melalui narasi reflektif, pembaca diajak memahami proses menerima perpisahan orang tua, membangun kembali rasa aman, serta menemukan makna baru tentang keluarga. Fakta bahwa sosok Papa Ayok yang sering muncul di kontennya merupakan ayah tiri menjadi salah satu bagian yang membuka mata pembaca bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam bentuk keluarga yang utuh.

Dengan gaya penulisan ringan dan menyerupai buku harian masa kecil, Yang Katanya Cemara menekankan pentingnya komunikasi, kejujuran emosi, dan saling mendengarkan dalam keluarga. Buku ini mengajarkan bahwa keluarga bahagia bukanlah keluarga tanpa luka, melainkan keluarga yang mau bertumbuh dan saling memahami.

Resensi ini dibuat sebagai bentuk apresiasi terhadap karya sastra Indonesia sekaligus dukungan terhadap gerakan literasi. Semoga video ini bisa menjadi jembatan bagi penonton untuk mengenal buku yang sederhana, namun meninggalkan kesan mendalam.

📌 Identitas Peserta
Nama: Nofi Aprilia Nurul Maulida
Asal Sekolah: MAN 1 Kudus

Selamat menonton, dan semoga setelah ini, kamu penasaran untuk membaca bukunya sendiri 📚✨

#LombaResensiDAKNF2026
#DinasKearsipandanPerpustakaanKabupatenKudus
#GerakanIndonesiaMembaca
#PerpusdaKudus
#PerpustakaanProvinsiJawaTengah
#PerpustakaanNasional
#PerpustakaanHadirDemiMartabatBangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *