Vlog Pembatik level 4: Kearifan Lokal Suku Sasak : “Bau Nyale” Terintegrasi Fitur Rumah Belajar Untuk Pembelajaran Menyenangkan
2 min read
Link Video:
https://drive.google.com/file/d/1Z0BMN5X8ywWTO6Fo3_wLkaS7J21R6ZMa/view?usp=sharing!.?.!Deskripsi:Pada kesempatan ini, saya mengajar Mata Pelajaran Biologi di Kelas X SMA Negeri 1 Wanasaba Saya memanfaatkan
sarana prasarana belajar
di sekolah berupa Laboraturium Komputer yang terkoneksi dengan internet. Materi yang saya sampaikan adalah tentang Invertebrata atau hewan yang tidak bertulang belakang. Suku Sasak adalah Suku yang mendiami Sebagian besar Pulau Lombok, memiliki ragam budaya dan tradisi yang mesti dilestarikan. Salah satunya adalah BAU NYALE/ MENANGKAP NYALE.
Bau Nyale merupakan sebuah acara perburuan cacing laut. Keberadaan pesta bau nyale ini berkaitan erat dengan sebuah cerita rakyat yang berkembang di daerah Lombok Tengah bagian selatan Yaitu seorang putri raja yang cantik
jelita bernama PUTRI MADALIKA yang menjelma menjadi cacing nyale dan muncul sekali dalam setahun sekitar bulan Februari dan Maret. Kata Bau berasal dari Bahasa Sasak yang berarti menangkap sedangkan kata Nyale berarti cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang dibawah permukaan laut.Secara etimologis, Bau Nyale terdiri dari 2 suku kata, yakni “Bau” dlam bahasa Indonesia yang artinya menangkap; dan “Nyale
Original source: http://imam-gunawan.blogspot.com/2021/11/kearifan-lokal-suku-sasak-bau-nyale.html