Edulicious

Berbagi Berbagai Informasi Pengetahuan

Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan RI

9 min read


PERISTIWA SEKITAR PROKLAMASI KEMERDEKAAN RI

Garis Waktu Sejarah Indonesia Peristiwa Sekitar proklamasi Kemerdekaan RI
17 Juli 1944
Kabinet Tojo jatuh
Akibat kekalahan perang dan kondisi Jepang yang semakin memburuk ketika PD II, kemudian diganti oleh Perdana Mentri Koiso
7 Sept 1944
Perdana Mentri Koiso mengeluarkan janji untuk memberikan Kemerdekaan kelak di kemudian hari bagi bangsa Indonesia.
Sebagai salah satu langkah Koiso untuk mempertahankan pengaruh Jeoang di daerah pendudukannya di Indonesia. Melalui janji itu diharapkan rakyat akan mempertahankan negerinya apabila sekutu datang.
1Maret 1945
Jepang membentuk BPUPKI (Dokuritsu Junbi Cosakai).
Dengan tujuan menyelidiki hal-hal penting menyangkut pembentukan Indonesia merdeka.
29 April 1945
Pegangkatan anggota BPUPKI
Terdiri dari 67 orang. Ketua dan wakil BPUPKI ditunjuk Jepang. Adaun susunan pengurus dan anggota BPUPKI yaitu sebagai berikut:
Ketua                              : Dr. K.R. T Radjiman Wedyodiningrat
Wakil Ketua                    : 1. Ichibangase
                                         2. R.P. Suroso
Kepala secretariat          : R.P.Suroso
Wakil Kepala Sekretariat : 1. Mr. A.G Pringodigdo
                                            2. Toyohito Masuda
Anggota 67 orang : 54 orang Indonesia
                                4 orang golongan Cina
                                1 Orang golongan Arab
                                1 orang peranakan Belanda
                                7 orang Jepang tanpa hak suara
29 Mei-I Juni 1945
Sidang I BPUPKI membicarakan tentang dasar Negara.
Sidang 29 Mei, Usulan Moh Yamin, dalam pidatonya yang berjudul “ Asas dan dasar Negara Kebangsaan Republik Indonesia” menyampaikaan materi yaitu :
1.         peri kebangsaan
2.         peri Kemanusiaan
3.         Peri ketuhanan
4.         peri kerakyatan
5.         Peri kesejahteraan rakyat
Sidang BPUPKI 31 Mei 1945, Prof Dr. Soepomo, menyampaikan 5 asas yaitu :
1.         Persatuan
2.         kekeluargaan
3.         keseimbangan lahir dan bathin
4.         Musyawarah
5.         Keadilan rakyat
Sidang BPUPKI 1 Juni 1945, Ir Soekarno dalam pidatonya yang berjudul “Dasar Indonesia Merdeka” mengemukakan 5 dasar atau Pancasila yang meliputi :
1.         Kebangsaan Indonesia
2.         Internasionalisme atau Perikemanusiaan.
3.         Mufakat atau demokrasi
4.         Kesejahteraan Sosial
5.         Ketuhanan Yang Maha Esa.
Tanggal 1 Juni Rumusan Soekarno. Dalam pidatonya melahirkan nama Panca Sila sebagai nama dasar Negara. Dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. Meski belum menghasilkan keputusan akhir mengenai sadar Negara. Dilakukan reses 1 bulan. Dibentuk Panitia Sembilan.
22 Juni 1945
Pertemuan Panitia sembilan  (Ir. Soekarno sebagai ketua, Drs. Moh Hatta, Mr. Muh Yamin, Mr Ahmad Subarjo, Mr.A.A Maramis, Abdul Kahar Muzakar, K.H Wahid Hasyim, H. Agus Salim, Abikusno Cokrosuyoso ) menghasilkan Piagam Jakarta. Nama ini diberikan oleh Mr.Muh Yamin. Rumusan tersebut adalah:
1.       Ketuhanan dengan mewajibkan menjalankan syariat Islam bagi pemeulk-pemeluknya
2.       Dasar Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.       Persatuan Indonesia
4.       Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
5.       Mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
10-16 Juli 1945
Sidang BPUPKI II
Membahas rencana Undang-Undang Dasar termasuk pembukaannya. Sidang ini menghasilkan :
– Pernyataan Indonesia merdeka
– Pembukaan UUD
– Batang tubuh UUD
6-9 Agustus 1945
Jepang (Hiroshima dan Nagasaki dibom atom oleh Amerika).
Menyebabkan kekalahan Jepang kepada pihak sekutu.
7 Agustus 1945
BPUPKI dibubarkan, dibentuk PPKI
Dibubarkan karena tugasnya dianggap telah selesai. Anggota PPKI berjumlah 21 orang. Anggotanya tidak terbatas pada wakil-wakil dari Jawa yang berada di bawah pemerintahan tentara keenam belas, tetapi juga dari berbagai pulau yaitu 12 wakil dari Jawa, 3 wakil dari Sumatra, 2 wakil dari Sulawesi, 1 wakil dari Kalimantan, 1 wakil dari  Sunda Kecil (Nusa Tenggara), 1 wakil dari Maluku dan 1 wakil lagi dari golongan Cina. Ketua PPKI adalaha Soekarno dan wakilnya Moh Hatta.
9 Agustus 1945
Ir Soekarno, Moh Hatta, Radjiman Widyodiningrat dipanggil ke Dalat (Vietnam).
PPKI diresmikan pada tanggal ini di Dalat Saigon oleh Jendral Terauchi selaku panglima armada Jepang untk Asia Tenggara. Selain itu para tokoh Indonesia dipanggil oleh Panglima Mandala Asia tenggara Marsekal Hisaichi Terauchi memberikan keputusan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia, wilayahnya meliputi seluruh bekas Hindia- Belanda.
15 Agustus 1945
Para tokoh nasionalis kembali ke Jakarta
16 Agustus 1945
1. Peristiwa Rengasdengklok
2. Perumusan teks Proklamasi kemerdekaan RI
17 Agustus 1945
Proklamasi Kemerdekaan RI
Peristiwa Pemanggilan Tiga Tokoh Nasional ke Dalat

Kita ketahui bahwa sebelum terjadinya Proklamasi kemerdekaan Indonesia, terdapat beberapa peristiwa penting yang sangat berpengaruh. Mendekati akhir tahun 1944, kedudukan Jepang dalam Asia Timur Raya mulai terdesak, penyebabnya adalah sebagai berikut :
1.       Jepang mengalami kekalahan terus menerus, beberapa wilayahnya jatuh ke tangan Sekutu, misalnya Saipan, Papua Nugini, kep Solomon, kep Marshall. Hal ini menunjukkan seluruh garis pertahanan Jepang di Asia Pasifik hancur.
2.       Sekutu mulai menjatuhkan bom di beberapa kota seperti Ambon, Makassar, Manado dan Surabaya, bahkan Sekutu mendarat di Tarakan dan balikpapan.
3.       Berkobarnya perlawanan rakyat dan tentara PETA di beberapa tempat.
Dalam keadaan terjepit, Jepang berusaha memikat hati bangsa Indonesia dengan janji akan memberi kemerdekaan pada bangsa Indonesia di kemudian hari, dengan membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (Dokuritsu Junbi Cosakai). BPUPKI bertugas menyelidiki hal-hal penting yang menyangkut pembentukan Negara Indonesia merdeka. Pda tanggal 7 Agustus BPUPKI dibubarkan diganti dengan PPKI.
Pada tanggal 9 Agustus 1945, Ir Soekarno, Moh Hatta, dan Radjiman Wedyodiningrat dipanggil ke Dalat (Vietnam)untuk menemui Panglima Mandala Asia Tenggara, Marsekal Hisaichi Terauchi. Dalam pertemuan itu, Terauci menyampaikan bahwa Jepang akan memeberikan kemerdekaan kepada Indonesia, yang wilayahnya meliputi seluruh bekas wilayah Hindia Belanda.Dengan demikian pertemuan di Dalat merupakan momentum besar menuju proklamasi kemerdekaan yang sudah dicita-citakan selama berabad-abad. Pada tanggal 14 Agustus, ketiga tokoh itu tiba di Jakarta.
Pada tanggal 15 Agustus 1945, Jepang meyatakan menyerah tanpa syarat kepada Sekutu. Pernyataan ini diterima melalui siaran radio di Jakarta oleh para pemuda yang termasuk para pemuda Menteng Raya 31 seperti Chairul Saleh, Abubakar Lubis, dan Wikana. Penyerahan ini menyebabkan kekusongan kekuasaan (vacuum of power) di Indonesia. Para pemuda meminta Soekarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan. Tetapi Soekarno menolak, dan mengatakan bahwa masalah proklamasi akan dibicarakan lagi dalam sidang PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945
PERISTIWA Rengasdengklok

Pada malam hari tanggal 15 Agustus 194, para pemuda mengadakan rapat di ruang Laboratorium Bakteriologi Jl Pegangsaan Timur 15. Rapat dihadiri oleh Tokoh-Tokoh radikal seperti Chairul Saleh, Soekarni, Yusuf Kunto,Surachmat, Djohan Nur, Darwis, Abdurachman, Muwardi, Sampun Singgih, Hamdani dan lain-lain. Dalam rapat tersebut diambil keputusan sebagai berikut:
          Mengutus darwis, Wikana dan Soebadio untuk mendesak Soekarno dan Hatta supaya memproklamasikan
Terjadinya Rengasdengklok yaitu dikarenakan adanya perbedaan pendapat antara golongan tua dan golongan muda mengenai kemerdekaan RI yaitu :
  1. Golongan tua
Proklamasi kemerdekaan Indonesia dilaksanakan setelah melalui rapat PPKI.Jika dilaksanakan secara revolusioner maka akan mengakibatkan bentrokan dan pertumpahan darah karena kekuatan Jepang di Indonesia masih sangat kuat.
  1. Golongan muda
Proklamasi kemerdekaan RI diselenggarakan tidak melalui PPKI karena PPKI merupakan badan buatan Jepang. Dikhawatirkan adanya pandangan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah pemberian Jepang

Tujuan : menyingkirkan Soekarno – Hatta ke luar kota untuk menjauhkan dari segala pengaruh Jepang.


Rengasdengklok dipilih karena :
  1. Rengasdengklok dilatarbelakangi oleh laut, sehingga mudah meloloskan diri bila ada serangan dari pihak Jepang.
  2. Sebelah timur berbatasan dengan bekasi ada tentara PETA
  3. Sebelah Barat berbatasan dengan Purwakarta dan Cimalaya terdapat tentara Peta
  4. Sebelah Selatan berbatasan dengan kedung Gedeh terdapat tentara PETA.
Perumusan teks Proklamasi
Sebelum merumuskan teks proklamasi di kediaman Laksamana Maeda. Soekarno menemui terlebih dahulu Kepala Pemerintahan Umum Mayor Jendral Nishimura untuk menjajaki sikap mengenai Proklamasi kemerdekaan. Dalam pertemuan tersebut, Nishimura menyatakan :
  1. Jepang tidak berhak mengubah status quo (politik Indonesia) setelah menyerah pada Sekutu
  2. Jepang harus tunduk kepada Sekutu, sehingga Soekarno –Hatta dilarang untuk melaksanakan Proklamasi Kemerdekaan RI.

Dengan menyerahnya Jepang kepada Sekutu di Indonesia terjadi Vacuum Of Power (kekosongan kekuasaan). Melihat sikap Nishimura tersebut, tidak mungkin bagi Soekarno untuk membicarakan kembali mengenai proklamasi kemerdekaan sehingga Soekarno memutuskan untuk melaksanakan proklamasi oleh rakyat Indonesia sendiri bukan bantuan Jepang. Perumusan teks dilakukan di rumah laksamana Maeda karena Laksamana Maeda menjamin keselamatan mereka selama berada di rumahnya.
Perubahan dalam teks.
  1. kata tempoh diganti tempo
  2. Djakarta 17-8-05 diganti Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.
  3. Wakil-wakil bangsa Indonesia diganti dengan atas nama bangsa Indonesia.
Pembacaan teks Proklamasi


Dilakukan di kediaman Soekarno, Jl Pegangsaan timur no 56 pada hari jumat pukul 10.00 WIB
Susunan acaranya.
  1. Pidato singkat dan pembacaan proklamasi.
  2. pengibaran bendera Merah Putih
  3. Sambutan Wakil Walikota Suwiryo dan dr. Mawardi
Proklamasi kemerdekaan sebelumnya akan dilaksanakan di Lapangan Ikada, tetapi timbul kekhawatiran bentrokan dengan tentara Jepang yang masih terus berpatroli di sekeliling Jakarta. Oleh sebab itu dibacakan di kediaman Soekarno.Namun di Asrama Prapatan 10 juga diadakan upacara proklamasi kemerdekaan dengan tujuan untuk mengecoh pasunkan Jepang.
Arti proklamasi kemerdekaan;
1.       Merupakan titik kulminasi perjuangan bangsa Indonesia mengusir penjajah.
2.       merupakan jembatan emas bagi bangsa Indonesia untuk membangun bangsa menuju kemakmuran
3.       sumber hukum bagi tegak dan beririnya NKRI
4.       momentum politik terbebasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan bangsa asing, bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka sejajar dengan bangsa lain.
5.       manifesto politik nasional dalam mewujudkan NKRI yang bersatu dan berdaulat seperti termuat dalam UUD 1945.
Berita Penyebaran Proklamasi  Kemerdekaan RI.
  1. Dari mulut ke mulut
  2. 17/8/1945, B.M.Diah mencetak  teks Proklamasi kurang lebih 1000 lembar disebarkan di kota Jakarta
  3. 17/8/1945, Waidan B. Palenewen (kep.bg.Radio KB.Domei) menerima teks dari Syahrudin dan memerintahkan pada  F.Wuz untuk menyiarkan setiap setengah jam sekali hingga Pkl.16.00 WIB.
  4. 17/8/1945,  Pkl. 19.30 Soekarno  melakukan siarang ulang Proklamasi di Radio Lab Fisologi Salemba.
  5. Berita proklamasi secara resmi dibawa oleh para utusan yang kebetulan menghadiri sidang PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan menyaksikan pelaksanaan proklamasi kemerdekaan. diantaranya, Teuku Muhammad Hasan (Aceh), Sam Ratulangi (Sulawesi), Ketut Pudja (Bali), AA Hamidan (Kalimantan).
  6. Surat kabar yang pertama kali menyiarkan berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah Tjahaja yang terbit di Bandung dan Soeara Asia yang terbit di Surabaya.
  7. Sinar api kemerdekaan Indonesia terus merayap ke mana-mana, ke seluruh pelosok Pulau Jawa kemudian menyeberang lautan menuju ke Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku, Bahkan berita kemerdekaan Indonesia dapat tersebar hingga ke luar negeri.
  8. Melalui siaran radio Domei milik Jepang. Oleh F Wuz, Asa Bafagih, Pangulu Lubis.da Adam Malik.
Melalui siaran ini sampai ke Luar negeri. Negara India dan Mesir yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia
  1. Pamflet dan selebaran.
Dukungan Rakyat Terhadap Kemerdekaan RI
1.        Rapat di Lapangan Ikada
Pada tanggal 19 Agustus 1945 direncanakan akan diadakan rapat raksasa di Lapangan Ikada (Ikatan Atletik Djakarta) dengan tujuan agar para pemimpin bangsa Indonesia dapat berbicara langsung di hadapan rakyat Indonesia.
Persiapan penyelenggaraan rapat raksasa itu dilakukan secara beranting oleh organisasi pemuda, BKR, Barisan Pelopor, Pamong Desa, API, RT, pelajar dan Hisbullah (komite van Aksi). Walaupun demikian, rapat raksasa yang dilakukan di Lapangan Ikada itu mengalami banyak hambatan. Pemerintah militer Jepang berusaha menghalangi rapat dengan mengirim pasukan bersenjata lengkap dan mobil-mobil lapis baja. Namun mereka tidak dapat berbuat apa-apa karena lautan massa rakyat terus membanjiri lapangan itu. Presiden Soekarno dan Moh Hatta baru tiba di lapangan Ikada pada sore hari. Presiden Soekarno berpidato :
“saudara-saudara. Kita akan tetap mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan kita. Kita tidak akan mundur satu patah kata pun”.
“Saya mengetahui, bahwa saudara-saudara berkumpul di sini untuk melihat presiden saudara dan untuk mendengar perintahnya. Nah, apabila saudara masih seia dan percaya kepada presidenmun, ikutilah perintahnya. Pertama, pulanglah dengan tenang. Tinggalkan rapat ini sekarang juga dengan tertib dan teratus dan tunggulah berita dari para pemimpin di tempatmu masing-masing. Sekarang …..bubarlah….pulanglah saudara-saudara…dengan tenang….”
Makna Rapat di Lapangan Ikada :
1. Rapat tersebut berhasil mempertemukan pemerintah Republik Indonesia dengan rakyatnya.
2) Rapat tersebut merupakan perwujudan kewibawaan pemerintah Republik Indonesia terhadap rakyat.
3) Menanamkan kepercayaan diri bahwa rakyat Indonesia mampu mengubah nasib dengan kekuatan sendiri.
4) Rakyat mendukung pemerintahan yang baru terbentuk. Buktinya, setiap instruksi pimpinan mereka laksanakan.
2.        Pernyataan Sri Sultan HamengkuBuwono IX
Sri Sultan Hamengku Bowono IX sebagai Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Sri Pakualam VIII, memberikan dukungan terhadap proklama si kemerdekaan Indonesia  17 Agustus 1945.
Melalui pernyataan Sri Sultan Hamengkubuwo no IX  dan Sri Paku Alam VIII, Negeri Ngayogya karta Hadiningrat secara resmi menjadi bagian wilayah kekuasaan negara Republik Indonesia dengan kedudukannya sebagai daerah istimewa. Berikut ini pernyataan Hamengkubuwono IX :
Kami Hamengkubuwono IX Sultan Negeri Nyayogyakarta Hadiningrat menyatakan :
1.       Bahwa negeri Nyayogyakarta Hadiningrat yang bersifat kerajaan adalah Daerah Istimewa dari Negara republic Indonesia,
2.       Bahwa kami sebagai Kepala Daerah memegng segala kekuasaan dalam Negeri Ngayogyakarta Hadiningrat, dan oleh karena itu berhubung dengan keadaaan pada dewasa ini segala urusan pemerintahan dalam Ngeri Ngayogyakarta Hadininfrat mulai saat ini berada di tangan kamu dan kekuasaan-kekuasaan lainnya kami pegang seluruhnya.
Tindakan Heroik di beberapa Daerah:
1.       Surabaya.
          Selama bulan September 1945, terjadi perebutan senjata di arsenal (gudang mesiu) Don Bosco dan perebutan Markas Pertahanan di Jawa Timur.
          Pada tanggal 19 September 1945 terjadi insiden bendera di Hotel Yamato.
2.       Yogyakarta
          Tanggal 26 September 1945 semua pegawai instansi pemerintah dan perusahaan yang dikuasai oleh Jepang mengadakan aksi pemogokan.
          Pada tanggal 27 September 1945, KNI daerah Yogyakarta mengumumkan bahwa kekuasaan di daerah itu telah berada di tangan pemerintah Republik Indonesia.
3.       Semarang
          Terjadi pertempuran lima hari di Semarang pada tanggal 15-20 Oktober 1945. Pertempuran disebabakan kaburnya tahanan Jepag ketika akan dipindahkan dai pabrik gula Cepiring ke penjara Bulu pada tanggal 14 Oktober 1945, mereka yang melarikan diri meminta perlindungan kepada Batalion Kido. Selain itu gugurnya Dr. Karyadi ketika akan memeriksa air di sumur Candi yang diduga telah diracuni Jepang juga ikut memicu munculnya pertempuran tersebut.
          Korban yang jatuh di dalam pertempuran itu diperkirakan 990 orang dari pihak Jepang dan Indonesia.
4.       Sulawesi Selatan
          Pada tanggal 28 Oktober 1945 kelompok Barisan Berani Mati telah bergerak menuju sasaran dan juga melakukan pendudukan.
          Perjuangan yang dilakukan oleh para pemuda dan rakyat Sulawesi Selatan ini bertujuan untuk dapat menegakkan dan membela proklamasi kemerdekaan Indonesia.
5.       Kalimantan
          Munculnya demonstrasi pengibaran bendera Merah Putih dan menyelanggaraan rapat-rapat.
          Pada tanggal 18 November 1945 berkumpul kira-kira 8.000 orang di depan kompleks NICA di kota Balikpapan sambil membawa bendera Merah Putih.
6.       Sumbawa
          Pada bulan Desember 1945, para pemuda Indonesia di Sumbawa melakukan aksi perebutan terhadap pos-pos militer Jepang, yaitu terjadi di Gempe, Sape, dan Raba.
7.       Biak
          Pada tanggal 14 Maret 1948 terjadi pemberontakan di Biak (Papua) dengan sasaran Kamp NICA dan tangsi Sorido.
          Pemberontakan itu gagal dan dua orang pemimpinnya dihukum mati, sedangkan yang lainnya dihukum seumur hidup.
8.       Bali
          Para pemuda di Bali membentuk beberapa organisasi yang antara lain adalah AMI (Angkatan Muda Indonesia) dan PRI (Pemuda Republik Indonesia) dalam rangka mempertahankan dan menegakkan kedaulatan di Indonesia.
9.       Banda Aceh
          Pada tanggal 6 Oktober 1945, para pemuda membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia)
          Pertemuan pada tanggal 12 Oktober 1945 berubah menjadi ajang perbedaan pendapat antara kalangan pemuda dan pihak Jepang
          Akhirnya para pemuda merebut dan mengambil alih kantor pemerintah dengan pengibaran bendera Merah Putih.
10.    Sumatera Selatan
Perebutan kekuasaan di Palembang terjadi tanpa insiden, karena orang-orang Jepang telah menghindar ketika terjadinya demonstrasi.


Sumber
http://www.bacainfo.net/2016/08/peristiwa-rengasdengklok.html
http://www.bacainfo.net/2016/08/peristiwa-rengasdengklok.html

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *