Sejarah Itu Akar
2 min read
Ibarat tanaman yang tak punya akarnya, begitulah ummat yang tak memahami sejarahnya. Mudah tercerabut, mudah terombang-ambing, tak ada pijakan dan standar, lekas matinya
Akan tetapi, apabila sebuah ummat memahami sejarahnya, maka dia akan kokoh, tak mudah tumbang, jadi patokan, dan bisa mengambil energi dari akarnya, dari masa lalu yang dibanggakannya
Maka wajar ketika penjajah mulai menguasai suatu negeri, ia akan menghapus sejarah ummat itu, menggantikannya dengan sesuatu yang dia inginkan, agar hilang karakter hebat ummat itu
Sejarah Islam adalah kisah kekesatriaan, yang terkandung di dalamnya keadilan, kasih sayang, konsistensi, lemah lembut, teguh pendirian, dan yang terpenting, menghamba total pada Allah
Maka takkan ada kita baca dan dengar, ada tokoh-tokoh pemuncak dalam Islam, yang bisa disogok, dibeli dengan dunia, kalah oleh perempuan, atau nista oleh jabatan
Kisah sejarah Islam adalah tentang pengorbanan harta bahkan nyawa untuk menegakkan agama, tentang kelembutan pada musuh apalagi pada sesama, tentang cinta
Tapi yang dicekoki pada ummat saat ini, bukanlah akar sejarah Islam mereka. Justru sebaliknya, mereka dipaksa untuk takut dan jijik pada Islam, dengan segala misal penyesatan
Islam itu radikal, Muslim itu teroris, khilafah itu makar, kajian-kajian itu ekstrimis, syariat itu intoleransi, istilah kafir adalah ungkapan kebencian, dan banyak lagi stigmatisasi negatif lainnya
Lalu sejarah mana yang ingin mereka ceritakan? Ialah sejarah Indonesia yang sekuler, dimana Tuhan hanya sekedar jadi pemanis bibir, dan syariat ditolak atas nama konstitusi
Tapi ummat sudah mulai sadar, sedikit demi sedikit mulai tahu jati dirinya, tentang Indonesia yang Islami, Nusantara yang bersyariah, lebih jauh lagi, tentang sejarah Islam dunia
Sebab kisah Muslim manapun di penjuru dunia, adalah kisah kita, kekesatriaan mereka juga mengalir di nadi kita. Sebab sejarah kita bermula, ketika syahadat sudah dipersaksikan
#sejarah #akar #Islam #Indonesia