Politik Etis di Hindia Belanda: Latar Belakang, Kebijakan, dan Dampaknya bagi Bangsa Indonesia
1 min read
Secara teori, kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi kemiskinan petani dan meningkatkan produksi pangan.Namun dalam praktiknya, pengairan justru lebih banyak diarahkan ke perkebunan-perkebunan swasta milik pengusaha Belanda dan asing, bukan ke lahan pertanian rakyat. Mereka dijadikan kuli kontrak dengan kondisi kerja yang berat dan tidak manusiawi.Karena merasa tertipu dan menderita, banyak pekerja yang melarikan diri. Perluasan pendidikan melahirkan kelompok terpelajar pribumi yang mulai berpikir
- kritis, menyadari ketidakadilan kolonial, dan menumbuhkan semangat kebangsaan.Dari kebijakan inilah lahir tokoh-tokoh pergerakan nasional seperti Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Dr. Sutomo, pendiri organisasi Budi Utomo pada tahun 1908.
About Author