Unique Dompet Ayah Sepatu Ibu menghadirkan cerita yang hangat, tetapi di sisi lain, ceritanya dapat menjungkirbalikkan hati pembacanya. Benar kata J. S. Khairen, sang penulis buku ini, pembaca harus menyiapkan tisu. Kita harus siap untuk ikut merasakan semua emosi Zenna dan Asrul, dua tokoh utama buku ini. Kekecewaan, kebimbangan, keteguhan dan pada akhirnya, keikhlasan.
Cerita bermula dari Zenna, anak keenam dari sebelas saudara yang tinggal di Gunung Singgalang, Zenna sudah terbiasa bekerja keras sejak kecil dengan berjualan jagung rebus demi bisa bersekolah. Sebagai anak tengah, Zenna sering merasa terabaikan. Janji Abaknya berupa sepatu baru membuat ia merasa diakui keberadaannya. Sayangnya, janji itu tidak pernah terpenuhi karena Abaknya meninggal ketika Zenna sedang mengikuti ujian sekolah.
Di sisi lain, di Gunung Merapi, Asrul dan adiknya harus berjuang membantu Umi mereka setelah Bapak mereka menikah lagi. Hidup dalam keterbatasan ekonomi tak sedikit word play here melunturkan bakti Asrul. Ia bercita-cita untuk membangunkan rumah yang layak bagi Umi mereka.
Pada akhirnya takdir mempertemukan Zenna dan Asrul. Berasal dari keluarga miskin, mereka mempunyai tekad yang sama untuk mengangkat derajat keluarga. Kesamaan inilah yang membawa mereka bersama hingga akhirnya ke jenjang pernikahan.
Meski kehidupan setelah menikah tetap diwarnai berbagai musibah dan kesulitan, Zenna dan Asrul tetap berdiri teguh. Mereka saling menguatkan bahwa setiap badai pasti bisa mereka lalui bersama-sama.
#LombaResensiDAKNF 2026.
#GerakanIndonesiaMembaca.
#SMKN 1Kaligondang.
#DinasKearsipandanPerpustakaan.
#PerpustakaanNasional.
#PerpustakaanHadirDemiMartabatBangsa.